Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Maret 2014
Rabu, 05 Maret 2014
Senin, 24 Februari 2014
Selasa, 18 Februari 2014
Senin, 17 Februari 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Kamis, 13 Februari 2014
Rabu, 12 Februari 2014
Jumat, 06 Desember 2013
CATATAN PERJALANAN DARI BINTARA KE WANARAJA [3]
PELAYAT BERKOSTUM HITAM-HITAM
Tidak ada salahnya kita memakai pakaian
dengan warna-warna yang kita suka. Para Ulama pun membolehkan memakai pakaian
dengan warna apa saja kecuali merah polos dan pekat.[21]
Nabi pun pernah memakai pakaian berwarna
hijau sebagaimana dalam hadits riwayat Tirmidzi dari Abu Rimtsah Rifa'ah bin
Yatsriby At-Taimy,[22] Imam As-Syaukany bahkan menjelaskan anjuran berpakaian
warna hijau karena pakaian warna hijau adalah pakaian penduduk Surga,
sebagaimana ia sangat bermanfaat buat penglihatan dan sedap dipandang mata.[23]
Kamis, 05 Desember 2013
CATATAN PERJALANAN DARI BINTARA KE WANARAJA [2]
KNALPOT-KNALPOT
Kebiasaan masyarakat berikutnya adalah merokok. Hampir bisa dipastikan acara-acara berkumpul akan diselingi dengan merokok. Sebuah kebiasaan yang sudah turun-temurun dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat kita. Kadang tak lagi mengenal tempat, waktu dan usia bahkan jenis kelamin. Banyak yang merasa menikmati kegiatan yang satu ini.
Kebiasaan masyarakat berikutnya adalah merokok. Hampir bisa dipastikan acara-acara berkumpul akan diselingi dengan merokok. Sebuah kebiasaan yang sudah turun-temurun dilestarikan oleh sebagian besar masyarakat kita. Kadang tak lagi mengenal tempat, waktu dan usia bahkan jenis kelamin. Banyak yang merasa menikmati kegiatan yang satu ini.
CATATAN PERJALANAN DARI BINTARA KE WANARAJA [1]
JANGAN BICARA KEMATIAN
Kematian bagi sebagian masyarakat kita bukanlah sesuatu yang menarik
untuk dibicarakan. Kesemangatan hidup seakan lenyap bila sudah membicarakan
kematian. Bahkan mendengarkannya pun kadang sebagai sebuah hantaman musibah
yang akan segera menimpa. Maka tidaklah heran bila kemudian mereka tidak
bersemangat saat membicarakan kematian.
Langganan:
Postingan (Atom)


