Senin, 09 Desember 2013

BATEREI APA YANG MENGGERAKKANMU?

"dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar"

Seorang manusia kadang ada yang mirip mainan mobil-mobilan. Mainan yang dibuat oleh pembuatnya dengan sangat menarik. Warna-warni yang mencolok. Aksesoris yang memikat. Dan juga keterangan dan kemasan yang mampu mencuri minat.

Kadang karena hal-hal yang disengaja dibuat menarik itulah seorang anak akhirnya tertarik untuk memiliknya, meski kadang orang tua juga ada yang tertarik untuk membelinya. Bukan karena butuh. Tapi lebih karena penampilan yang memikat mata.

Namun yang pasti, bila mainan mobilan tersebut dapat bergerak dengan tenaga baterei, maka ia akan lebih menarik lagi bagi anak-anak tatkala ada batereinya. Dan bila batereinya habis atau hilang, maka ia akan kehilangan daya tarik utamanya.


Mainan itulah yang seringkali membuat senang dan bahagia seorang bocah kecil. Dan memang membahagiakan anaklah fungsi utamanya. Ia mampu mengembangkan tawa sang anak, dan dapat pula menghentikan tangisnya. Kadang ia mampu membuat anak menjadi penurut dan menghentikan kebandelannya, sebab saat itu ia telah menemukan kebahagiaannya. Ya, mainan itu telah menjalankan fungsinya, meskipun saat menjalankan fungsinya ia selalu memerlukan baterei. Bila tidak ada baterei maka ia kurang maksimal menjalankan fungsinya untuk membahagiakan seorang bocah.

Dan terkadang seorang manusia yang meskipun pada dasarnya telah diciptakan sempurna oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, nampak berperilaku layaknya mainan mobilan. Ia dapat membahagiakan orang lain saat ada batereinya. Bila tak ada baterei maka ia kurang maksimal membahagiakan orang lain, apalagi saat hilang batereinya sama sekali.

Di antara baterei yang dapat menggerakkan manusia mainan adalah baterei uang. Dan ini adalah seutama-utama baterei, bahkan mungkin suatu saat menjadi satu-satunya bentuk baterei yang paling dicari.

Baterei uang inilah yang mampu menggerakkan bibir manusia mainan untuk tersenyum. Bahkan sekedar senyum untuk orang-orang terkasih yang ada di dekatnya sekalipun. Contoh dalam hal ini sangatlah banyak. Dan yang paling layak dicontohkan adalah kehidupan rumah tangga. Seorang istri yang mampu mengembang senyum buat suaminya sebab baterei uang baru terpasang. Secepat kilat baterei itu dapat menghentikan marah-marahnya, cerut-cembetutnya, kusut-mengkerutnya, dan juga gondok-gondokannya. Lalu baterei itu menggerakkan seluruh perasaan cintanya dan gerak fisiknya menjadi wanita shalehah sapanjang masa. Ya, sepanjang masa batereinya. Ia menjadi penyabar, sebab baterei telah membuatnya sabar. Ia menjadi penurut, sebab baterei telah membuatnya tunduk dan patuh. Ia pun menjadi penyejuk mata, sebab baterei telah membuat dirinya menjadi penyejuk mata.

Begitu juga dengan seorang suami yang selalu bisa tersenyum buat istrinya sebab baterei yang selalu terpasang di kantongnya. Ia menjadi periang, dermawan, penuh kasih sayang dan perhatian, sebab baterei telah membuat dirinya menjadi suami idaman.

Ia menggerakkan jiwa kerontang akan kasih sayang menjadi jiwa yang romantis dan penuh perhatian. Bukankah sangat banyak contoh dari segarnya jiwa setelah baterei uang terpasang, setelah sebelumnya mati kurus kerontang tak mampu menampakkan kasih dan sayang.

Baterei itu pun dapat membasahkan mata manusia untuk kemudian menumpahkan air matanya. Sebab tidak semua tangisan dapat keluar kecuali bila baterei uangnya ada. Maka lihatlah para peratap kematian yang ratapannya berstatus disewakan.

Ia pun dapat membangkitkan semangat belajar, membaca, menulis, berceramah, bersosial, berkompromi, berkawan dan berlawan sampai dengan berjuang. Sebab bila baterei uang telah ada, maka apa yang mesti dijadikan permasalahan?

Bukankah ada banyak anak-anak yang dapat menjadi pintar setelah ia bersekolah yang membutuhkan puluhan bahkan ribuan baterei uang.

Bukankah banyak mahasiswa yang mendapatkan tempat kuliah favorit untuk menjadi pintar, meski itu menurutnya, setelah jutaan baterei uang terpasang.

Bahkan sangat banyak contoh anak-anak yang menjadi shaleh dan shalehah berilmu agama sekaligus hafal Alquran, sebab orang tuanya memiliki persediaan ribuan baterei uang untuk menjadikan anak-anaknya shaleh dan shalehah, penghafal Alquran dan berilmu agama.

Baterei itu pun dapat melecut semangat seorang anak manusia untuk meraih prestasinya. Sebab ia tahu di balik prestasi yang ia raih nanti telah menunggu hadiah-hadiah yang membahagiakan jiwa.

Ia pun dapat memberikan kepuasan-kepuasan ibadah seseorang dengan pergi menjalankan ibadah di tempat-tempat yang nyaman, mustajab dan mulia. Sebab di tempat-tempat itulah ia mampu menghadirkan khusuknya ibadah.

Ia pun dapat merubah seseorang menjadi pemikir, cendekiawan dan ulama. Sebab menjadi pemikir, cendekiawan dan ulama memang seringkali membutuhkan baterei-baterei uang yang tahan lama.

Bila menjadi pasangan suami istri shaleh dan shalehah, penuh kesabaran dan kasih sayang, saling harga menghargai, dan saling menjaga hati itu digerakkan oleh tenaga uang, maka sungguh berbahagialah bagi siapa saja hamba Allah yang sanggup dan mampu melakukan itu semua tanpa bantuan tenaga uang. Itu artinya ia seorang hamba pilihan. Sebab tidak semua kebaikan Allah sebarkan kepada setiap hamba-NYA. Semua atas izin dan kehendak-NYA.

Bila anak-anak mampu berprestasi di sekolahnya karena tenaga uang, maka sungguh berbahagialah bagi siapa saja hamba Allah yang sanggup dan mampu membuat anak-anaknya berprestasi meski tidak harus bersekolah yang memerlukan banyaknya baterei uang terpasang.

Bila anak-anak mampu menjadi penghafal Alquran karena adanya uang, maka sungguh berbahagialah bagi siapa saja hamba Allah yang sanggup dan mampu membuat anak-anaknya penghafal Alquran meskipun tanpa bantuan uang.

Bila mencapai kekhusyukan dan kenyamanan ibadah harus di dapat di tempat-tempat khusus, jauh, dan berbiaya mahal, maka sungguh berbahagialah bagi siapa saja hamba Allah yang sanggup dan mampu menghadirkan khusyuk ibadahnya meski ia tunaikan di musholla sempit atau bersuara bising. Sebab itu artinya Allah telah memilihnya untuk diberikan padanya rejeki khusyuk dalam ibadah.

Kadang yang terlupa oleh kita adalah, bahwa semua yang kita lakukan semata-mata karena usaha kita. Oleh karena itu banyak dari kita hanya terfokus pada memasang baterei-baterei. Kita lupa bahwa kita mampu melakukan itu semua atas karunia, rahmat, dan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Bila Allah tak berkenan memberi karunia, rahmat dan izin-NYA, maka mustahil seseorang mampu melakukannya. Maka dari itu, tak semua kemampuan itu diberikan kepada setiap hamba-NYA. Dia akan memilih siapakah yang layak menjadi hamba terbaik-NYA. Hingga Dia mampukan atasnya untuk menjadi terbaik tanpa harus setiap saat memasang baterei-baterei. Sebab kebaikan yang digerakkan oleh baterei-baterei adalah kebaikan yang berbatas, bermasa usia dan ada kadaluarsanya.

"dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar" (Al Anfaal : 17)

------------------
Fairuz Ahmad.

Bintara, habis subuh 22 Syawal 1434 H./ 29 Agustus 2013 M.

1 komentar: