Rabu, 11 Desember 2013

Besi Dan Api

Sejatinya, orang yang selalu mengkritik dan orang yang tidak mau menerima kritik adalah sama, sama-sama merasa hidup di alam yang sama, yaitu alam malaikat.

Orang pertama selalu melihat celah salah dan aib pada diri dan sikap orang lain, salahnya adalah salah dan benarnya pun salah, itu menurutnya. Sehingga yang benar adalah dirinya, benarnya adalah benar dan salahnya adalah benar, itu juga menurutnya.


Adapun orang kedua, maka ia selalu melihat tidak ada celah salah dan aib pada diri dan sikapnya, benarnya adalah benar dan salahnya adalah benar, itu menurutnya. Sehingga yang salah adalah orang lain, salahnya adalah salah dan benarnya adalah salah, itu juga menurutnya.

Perumpaan dua orang tersebut bagaikan api dan besi. Saat api melihat besi bengkok dan ia ingin meluruskannya, maka ia akan membakarnya hingga lunak lalu besi dapat diluruskan. Namun saat api terus-menerus membakar besi, maka akan sulit bagi besi untuk dibuat lurus, ia akan selamanya bengkok. Sebab untuk menjadi lurus tak selamanya besi dipanaskan.

Dan, apa jadinya saat besi yang bengkok tidak mau diluruskan oleh api. Maka ia akan selamanya bengkok.

Api dan besi adalah dua makhluk yang berbeda dan berlainan sifat. Namun keduanya tidak boleh dipisahkan, sebab untuk membentuk dirinya, besi selalu membutuhkan api.

Namun api juga tidak boleh merasa paling dibutuhkan oleh besi, sebab bila besi telah lurus, maka ia tak lagi memerlukan api.

Fairuz Ahmad.

Bintara menjelang maghrib, 5 Ramadhan 1434 H./ 15 Juli 2013 M.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar