Kamis, 12 Desember 2013

Bedah Buku MUI [1]

Alhamdulillah acara bedah buku MUI tentang penympangan agama syi'ah semalam berjalan lancar. Dari 700 peserta mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan yang hadir saya mencoba bertanya apakah sudah pernah mendengar tentang syi'ah? Saya bertanya dengan kata "pernah mendengar" agar saya bisa mengetahui perkiraan selanjutnya. Ternyata yang angkat tangan tidak sampai 50 orang. Berarti yang pernah mendengar saja hanya 50 apalagi yang pernah mengetahuinya, atau bahkan mengkajinya, tentunya lebih sedikit lagi.

Tapi syukurlah di antara yang 50 orang itu ada yang lebih tahu sedikit tentang syi'ah dan sudah berani bersikap tegas dan tidak tertipu saat dulu pernah ada temannya yang syi'ah berkata kepadanya, "tak usahlah kita memperuncing perbedaan di antara kita."


Saya sampaikan juga rasa terima kasih kepada pihak FORMAS yang menjadi fasilitator terselenggaranya bedah buku tersebut. Pada dasarnya mereka adalah orang-orang yang tergerak jiwanya untuk menghadang laju pergerakan syi'ah. Meski masih ada kendala, di antaranya yang paling utama adalah para pembicara yang bisa diajak kerjasama untuk bisa menyediakan waktunya. Insya Allah kedepannya atas izin Allah tentunya, diharapkan para asatidzah yang memiliki perhatian khusus terhadap gerakan syi'ah bisa turut serta menjadi pengisi acara.

Karena sebagian besar peserta baru mengetahui tentang syi'ah, maka saya bisa pastikan bahwa saya akan melihat mimik-mimik aneh bin ajaib saat mengulas jeroan agama syi'ah. Dan……..akhirnya terbukti. Namun betapa sulitnya saya bila harus menggambarkan sekaligus melukiskan wajah-wajah tersebut disini. Benar-benar sulit. Sebab pada dasarnya saya memang tak bisa menggambar dan melukis. Jadi harap dimaklumi.

Yang lebih tak terbayang oleh saya adalah para peserta wanitanya karena memang mereka berada di lantai dua jadi tak terlihat. Kira-kira saat mengetahui tampilan di layar tentang riwayat-riwayat dusta tentang dunia esek-esek syi'ah itu bagaimana ya???? Wallahu A'lam.

Dan saya juga sampaikan terima kasih kembali kepada FORMAS dan para muhsinin atas hadiahnya sekotak harta karun berisi 40 eksemplar buku MUI yang insya Allah akan saya bagikan kepada para mustahiknya. Kebetulan di lingkungan rumah mustahik buku tersebut juga banyak, pas buat 40 rumah.

Acara sosialisasi dan bedah buku ini sudah berjalan yang ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di lingkungan mahasiswa IPDN dan masjid Al Azhar. Semoga Allah berikan kekuatan agar acara-acara berikutnya dapat berjalan lancar, dan juga kelancaran rezeki-NYA bagi para muhsinin yang membiayai penerbitan buku yang pada acara ketiga ini dibagian cuma-cuma sebanyak 700 eksemplar lebih.

Fairuz Ahmad.

Bintara, 17 Muharram 1435 H./21 Nopember 2013 M.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar