Senin, 16 Desember 2013

Muhammad Zakariya Al Lamirdy Sang Pendusta

Ia adalah orang beragama syi'ah yang telah menulis kitab dengan judul yang hampir sama dengan yang ditulis oleh ath-thibrisy, jika at-thibrisy menulis judul "fashlul khithab fi itsbati tahrifi kitabi rabbil arbab" maka al-lamirdy menulis dengan judul "fashlul khithab fi tahrifi kitabi rabbil arbab".
Ia menulis pada bab pertama dengan judul "Al-Qa-iluuna bit Tahriif", bahwa sahabat Abdullah bin Mas'ud adalah sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam yang telah melakukan perubahan Al-Qur'an dengan menghapus dua surat Al-Mu'awwidzatain dan surat Al-Fatihah, sebagaimana riwayat Imam at-Tahbarany dari jalan Al-A'masy dari Abu Ishaq dari Abdur Rahman bin Yazid An-Nakha'i berkata bahwa Abdullah bin Mas'ud dahulu telah menghapus Al-Mu'awwidzatain dari mushafnya dan berkata bahwa keduanya bukanlah termasuk dari Kitabullah.
Lalu sang pendusta ini mengatakan bahwa Imam Ibnu Hajar sendiri dalam Fathul Bari menolak pendapat para Ulama yang mengatakan bahwa riwayat Abdullah bin Mas'ud adalah bohong dan batil dengan mengatakan :
"Adapun melemahkan riwayat-riwayat yang shahih (tentang Abdullah bin Mas'ud) tanpa adanya sandaran dalil adalah tidak dapat diterima. Sesungguhnya riwayat tersebut shahih dan mentakwilnya adalah meragukan… (cet.1 hal.25 cet.1 th.1428 h./2007 m.)
-------
Seandainya al-lamirdy ini orang berakal, bukan pendusta dan bukan pula pendengki pastilah ia akan jujur dengan penukilan dan pengutipan pendapat Imam Ibnu Hajar dalam Farhul Bari, dan tidak berhenti menukil dengan hanya mengambil sepotong kalimat beliau, seakan-akan pendapat beliau telah putus sampai di situ saja. Dan ini adalah sikap dan watak asli dan resmi para pengikut agama syi'ah, yaitu berdusta atas nama siapa saja.
Bahwa Imam ibnu hajar mengakui riwayat Abdur Rahman An-Nakha'i adalah shahih, sebagaimana beliau juga mengutip berbagai pendapat Ulama terkait status riwayat di atas seperti pendapat Imam Nawawi dalam Syarhul Muhadzdzab dan Imam ibnu Hazm dalam Al-Muhalla yang mengatakan bahwa riwayat tentang pengingkaran Ibnu Mas'ud atas Al-Mu'awwidzatain adalah bohong dan batil, juga pendapat para Ulama yang mencoba memberikan alasan dan hujjah dengan melakukan takwil terhadap sikap Abullah bin Mas'ud.
Namun beliau memberikan alasan dimana akhirnya riwayat itu menjadi mentah, sebab beliau mengatakan bahwa cukuplah ijma' di kalangan Ulama bahwa Al-Mu'awwidzatain termasuk Al-Qur'an. Sebagaimana mereka sepakat bahwa bacaan Al-Qur'an "Al-Qira-ah Al-Kufiyyah" yang telah diakui di kalangan umat Islam dan di dalamnya ada Al-Fatihah dan Al-Mu'awwidzatain tersebut sanad riwayatnya tersambung dari Ashim sampai Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu.[Juz 10 hal. 375 kitab tafsiril Al-Qur'an surat qul a'udzu birabbin naas]
Fairuz Ahmad.
Bintara, 1 Sya'ban 1434 H./ 10 Juni 2013 M.
Catatan :
"fashlul khithab fi itsbati tahrifi kitabi rabbil arbab" karangan Ath-thibrisy adalah kitab berisi pendapat, hujjah dan dalil bahwa Al-Qur'an mengalami tahrif atau penyelewengan.
Sedang "fashlul khithab fi tahrifi kitabi rabbil arbab". Karangan Al-lamirdy adalah kitab yang menetapkan para Sahabat mulia radhiyallahu anhum sebagai tersangka dan terdakwa pelaku tahrif, di antaranya adalah Abdullah bin Mas'ud, A'isyah binti Abu Bakar, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar dan juga tidak ketinggalan para Ulama seperti Abu Hanifah dan Imam Malik.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar