Minggu, 29 Desember 2013

Kalimat Terakhir Dr. Nezar Rayyan Sebelum Syahidnya (insya Allah)

"Wahai orang-orang Arab…

Wahai orang-orang Islam…

Jazakumullahu khoiron atas sikap kalian yang mulia (yang kalian tunjukkan) di setiap negara kalian, dan pada setiap langkah kalian, juga di setiap demo-demo kalian serta pada setiap do'a yang kalian panjatkan untuk kami (meski kalian tidak ada di sini) baik di masjid-masjid atau rumah-rumah kalian, kalian semua mendo'akan kami dan Allah Subhanahu waTa'ala mengokohkan dan menguatkan kami dengan do'a-do'a kalian ini, do'akanlah kami semampu kalian, karena senjata do'a lebih kuat dari senjata pedang, dan sesungguhnya Allah lebih Tinggi dari pesawat-pesawat tempur mereka, dan Allah lebih Besar dari persenjataan-persenjataan mereka, dan Allah lebih Agung dari segala kocongkakan mereka, oleh karena itu kami minta agar kalian tambahkan lagi untuk kami do'a-do'a, dukungan serta pembelaan terhadap kami dari belakang, karena sesungguhnya manusia-manusia telah bersekongkol untukmenghancurkan kami.

Nabi Muhammad SAW telah bersabda saat menggambarkan kondisinya pada suatu hari:

"Wahai Adi (yaitu Adi bin Hatim), barangkali engkau masih enggan masuk Islam karena engkau melihat banyaknya manusia bersekutu untuk mengeroyok kami…."

Sungguh Amerika telah bersekutu untuk menghancurkan kami, Yahudi pun telah bersekongkol untuk menyerang kami, dan sungguh beberapa penguasa kami dari saudara-saudara dekat kami telah berbuat zalim kepada kami, tidak ada yang tersisa kecuali kalian, wahai kalian semua yang mengangkat telapak tangan dengan penuh kerendahan diri, kalian berdo'a dengan penuh khusyu' dan air mata.

Ya Allah kabulkanlah do'a-do'a kami "agar orang-orang yang berbicara Ibrani itu diam, dan juga semoga tilawah kita mampu membungkam cercauan Taurat palsu mereka.

Wahai umat Islam dimana pun kalian berada, kami meminta kalian agar membangkitkan jiwa-jiwa kalian dengan berdiri bersama kami melalui do'a baik siang maupun malam, dan dimana pun semampu kalian.

Wahai para Ulama sekalian, sesungguhnya orang-orang yang menghadapi musuh pada hari ini di medan pertempuran, mereka juga Ulama seperti kalian, para kepala-kepala bidang dan dosen di perguruan tinggi, mereka juga para Alim Ulama di bidang penelitian ilmiyah, maka jadilah kalian semua setingkat dengan mereka.

Andai duduk manis dapat memanjangkan usia, pastilah kematian itu tak akan menjemput Khalid bin Walid, semoga Allah Ta'ala meridhainya pada setiap medan pertempurannya.

Kami meminta dan menuntut kalian di hadapan Allah Ta'ala, hendaknya kalian pergi ke para pemimpin negara, raja-raja dan para penguasa, dan kalian katakan kalimatul haq kepada para penguasa itu, baik penguasa yang zalim maupun yang tidak zalim.

Kami meminta dan menuntut kalian wahai para Ulama, agar kalian berdiri di depan rakyat, agar kalian katakan kalimatul haq, agar kalian mengatakan bahwa sesungguhnya kami (di sini) telah dizalimi, kami dizalimi oleh pemerintahan-pemerintahan negara Arab yang sengaja menutup jalan-jalan yang menghubungkan kami, kami dizalimi oleh pemerintahan-pemerintahan negara Arab yang tidak serius dalam memberikan bantuan kepada kami, kami dizalimi oleh pemerintahan-pemerintahan negara Arab yang tidak menggerakkan pesawat-pesawat tempur mereka untuk menyerang negara israel sebagaimana negara israel telah menggerakkan pesawat-pesawat tempurnya untuk memerangi kami.

Kepada siapa lagi kami harus mengadu wahai sekalian manusia?, kepada siapa lagi kami harus mengadu wahai para Ulama? Sungguh kami akan mengadu kepada kalian, tentunya setelah kami mengadukan hal ini kepada Allah.

Oleh karena itu, kalian hendaknya bangkit demi umat ini, kalian harus memberikan kabar gembira kepada mereka tentang kebenaran jalan ini, kalian harus memberikan kabar gembira kepada mereka tentang peperangan dan jihad ini.

Sesungguhnya orang-orang yang mengarang kedustaan atas kami dan yang berbuat kebebohongan kepada kami baik siang maupun malam, sesungguhnya orang-orang yang bersekongkol untuk menyerang kami, besok mereka semua akan mendapatkan penyesalan, saat dikibarkannya panji kebenaran, keadilan dan kebebasan di segenap penjuru dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dan dari tempat ini, saya mendapat kesempatan dari masjid Khulafaurrasyidin ini, semoga ia menjadi masjid para syuhada, saya berkata kepada kalian dari masjid yang mulia ini berupa rasa terima kasih yang tak pernah berhenti kepada para Ulama yang sudi menuliskan bayan dan penjelasan setiap saat dimana mereka mencela kebisuan para penguasa, memerintahkan mereka (kepada kebaikan), dan menyelisihi (sikap) mereka (yang berdiam diri terhadap kami), serta melarang mereka dari berdiam diri.

Saya sampaikan rasa terima kasih kepada gerakan Salafi yang ada di Kuwait, juga atas diselenggarakannya acara besar mereka untuk menolong para mujahidin dan gerakan perlawanan.

Saya sampaikan terima kasih kepada negara Yaman, Libya, negara-negara Arab dan masyarakat Arab yang berdiri bersama kami saat-saat ini.

Saya sampaikan terima kasih kepada Al-Jazair, Maroko dan Sudan.

Saya sampaikan terima kasih kepada rakyat Mesir, Saya sampaikan terima kasih kepada rakyat Mesir, yang keluar pada siang dan malam hari dari setiap penjuru dan pelosoknya, yang tinggal di kota dan pedesaannya dimana mereka mengatakan "izinkan saya berjihad."

Saya sampaikan terima kasih kepada setiap orang Islam di muka bumi ini.

Saya sampaikan terima kasih kepada saudara-saudara tercinta kami di Arab Saudi yang siang malam mereka ada dimasjid dan berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk kami semua, jazaakumullah khoiro.

Adapun kalian wahai anak-anak kami…

Wahai anak-anak Brigade Al-Qassaam…

Wahai para Mujahidin…

Wahai Batalyon Mayaamiin…

Wahai kalian yang tidak mengerti komputer…

Wahai kalian yang bermalam menantikan panasnya bara api…

Semoga Allah mengikat hati-hati kalian, membetulkan lemparan kalian, membetulkan niat-niat kalian dan pendapat-pendapat kalian.

Dan ketahuilah bahwa kalian semua akan mendapatkan kemenangan dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kami telah dijanjikan satu dari dua perkara, kami dijanjikan kemenangan dan kesyahidan, maka yang ada hanyalah kemenangan atau mati syahid dengan izin Allah. Kemenangan atau mati syahid dengan izin Allah,

"Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana." (Surah al-Isra : 5).

Telah tiba masa bagi para ahli ibadah…

Telah tiba masa bagi orang-orang yang berada di shaf pertama di masjid…

Telah tiba masa bagi orang-orang yang berada di mihrab-mihrab…

Telah tiba masa bagi orang-orang yang berlomba-lomba dalam tilawah Al-Qur'an empat atau lima juz dalam sehari…

Telah tiba masa bagi para Hafidz Al-Qur'an…

Agar perkataan mereka semua terkait dengan jihad dan perlawanan.

Dan anak-anak Brigade Al-Qassaam, telah tiba masa bagi mereka, mengajarkan kepada dunia bagaimana seorang anak usia 17 tahun, berjihad, berperang fi sabilillah Ta'ala, tiada takut akan suara raungan pesawat, tiada takut akan gempuran tank dan tidak takut suara desingan peluru yang bersahutan, dia berperang fi sabilillah, tidak takut di jalan Allah akan celaan orang yang mencela.

Adapun orang-orang Yahudi itu, maka cara bicara kami kepada mereka adalah dengan senjata, sekali lagi, cara bicara kami kepada mereka adalah dengan senjata, enyahlah kalian dari tanah kami, enyahlah kalian dari Palestina, dari semua bagian Palestina, sungguh Allah telah menjajikan kepada kami, bahwa kami akan membinasakan kekuasaan kalian, dan sungguh Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah menjajikan kepada kami, bahwa kami akan memerangi kalian atas izin Allah sehingga setiap pohon dan batu-batu berkata :

"Hai muslim, hai hamba Allah, ini ada orang yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah ia."

Sungguh telah tiba masa bagi seorang muslim, bagi seorang hamba Allah untuk membalas demi harga diri umat ini.

Semoga Allah memberikan sholawat-NYA kepada Nabi Muhammad, seorang yang mengajarkan manusia jihad dan perlawanan.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Fairuz Ahmad.
Bintara, 25 Sya'ban 1434 H./ 4 Juli 2013 M.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar