Di suatu Jum'at penuh kenangan, tiba-tiba sang penceramah yang sudah
terjadwal berceramah pada hari itu mengabarkan bahwa dirinya berhalangan hadir,
padahal matahari sudah tepat di atas masjid, tinggal bergeser sedikit dan
masuklah waktu jum'atan.
Karena menerima kabar dadakan
maka sang petugas pengumuman segera mengambil keputusan cepat. Ditunjuklah
salah seorang Khathib cadangan. Karena tak menyangka bakal mengambil tugas
sebagai penceramah dadakan, maka majulah ia dengan semangat maju tak gentar,
meski
sempat terlihat dari sikap kepalanya yang menoleh kiri kanan tanda barangkali
ada yang lebih siap dari dirinya.
Walhasil, khuthbah berjalan lancar dan tercatat sebagai khuthbah
tercepat walaupun belum terbukti di Guinness book of records. Beliau hanya menyampaikan hadits Nabi shallallahu
alaihi wasallam tentang:
"Jika kamu berkata pada temanmu "diamlah" pada
hari jum'at sedangkan imam khuthbah, maka sungguh kamu telah bersia-sia" [HR.
Bukhari 892 dan Muslim 851 dari Abu Hurairah]
Lalu diberikan penjelasan
sedikit dan akhirnya, baarakallahu lii walakum fil qur'anil kariim.......
Hikmah:
Ada baiknya disediakan buku
kumpulan khuthbah jum'at di podium untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu ada
peristiwa yang sama.
Fairuz Ahmad.
Bintara,
29 Rajab 1434 H./ 8 Juni 2013 M.
---bersambung episode 6: "berimanlah,
berimanlah",,,